Orang Tua Asuh Tertolak

Beberapa waktu yang lalu saya  menghubungi ada 4 murid perempuan (sudah kesepakatan dengan istri, cari perempuan karena sambil menjaga anak kami yang juga perempuan), yang saya sebagai guru melihat bahwa mereka pintar dan cerdas hanya sepertinya dari keluarga yang pas-pasan (saya tanya langsung kepada merekan dan tanya ke wakasek kesiswaan data keluarga siswi tersebut).

Saya menawarkan ikut dengan saya sebagai anak asuh, semua biaya kuliah atau sekolah ditanggung, dsb-nya. Anak asuh membantu kami bersih-bersih rumah, dan yang tinggal hanya Saya, Istri dan Anak Perempuan (8 tahun)

Konyol kalau saya ingat ini, tentang pengumuman yang saya tulis, terus di tempel di kantin sekolah, bisa dilihat kata-katnya dibawah ini :

DI KULIAHKAN S-1 (4 TAHUN)

Persyaratan :

  1. Siswa lulusan SMA/SMK “wanita” (punya prestasi di sekolah)
  2. Tidak mempunyai catatan jelek di sekolah ( alpha/bolos)
  3. Bisa mengendarai sepeda motor (punya spd motor sendiri lebih baik)
  4. Mempunyai orang tua di kota Palangka Raya dan sekitarnya
  5. Orang tua yg bersangkutan tidak mempunyai dana untuk kuliah.
  6. Ada rekomendasi dari dewan guru sekolah lebih baik
  7. Lulus seleksi wawancara yang bersangkutan bersama orang tua kandung dengan orang tua asuh (suami-istri)

Jika diterima, hak dan kewajiban “Siswa Asuh”

Hak:

  1. Berhak menjalan ibadah sesuai agama yg dianut.
  2. Menentukan sendiri jurusan atau kampus yang dipilih di kota Palangka Raya (kecuali kedokteran Unpar). Orang tua asuh juga memberikan masukan jurusan yg dipilih
  3. Biaya Awal kuliah, uang semesteran dan uang buku di tanggung orang tua asuh
  4. Biaya hidup (kebutuhan wanita), makan, bensin (transport) dan tempat tinggal  ditanggung orangtua asuh.
  5. Pagi s/d Sore ada dirumah orang tua asuh (kecuali kuliah).
  6. Malam hari boleh tinggal ikut orang tua kandung, walaupun demikian kamar juga disediakan untuk istirahat.

Kewajiban (*) :

  1. Pagi masak sarapan utk keluarga ( 2 dewasa dan 1 anak kecil)
  2. Mengantar anak ke sekolah
  3. Kegiatan rutin rumah tangga, misal: mencuci (mesin cuci), membersihkan kamar (menyapu dan mengepel), setrika baju.
  4. Memasak makan siang/malam
  5. Menjemput anak sekolah
  6. Sore kegiatan tidak rutin membantu belajar anak sekolah (PR),  Selasa dan Jumat (mengantar les anak sekolah)

Dari 4 siswa yang saya tawari saya

Di tolak

Alasan tidak boleh sama orang tua, orang tua masih sanggup, Nanti pikir-pikir dulu (menolak secara halus)

Yah mungkin saya yang salah, terlalu muluk keinginan saya dan atau terlalu beranggapan orang lain tidak mampu. Mungkin ini jalan Tuhan juga, Ambil hikmahnya saja Tuhan punya rencana “Kami harus sanggup kerjakan urusan rumah tangga sendiri, jangan berharap banyak dari orang lain”😉

Artiket terkait :

Categories: Curhat | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: